Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Masyarakat Desak Penegakan Hukum Serius dan Transparan
Diduga Selama AKP Rdn Butar-butar Memimpin Wilayah Hukum Kuantan Mudik Adanya Aktivitas PETI dan Merajalela di Desa Pantai Lubuk Ramo
Kamis, 25-12-2025 - 16:37:26 WIB
LOKASI PETI
TERKAIT:
   
 

KUANTAN SINGINGI-
25 Desember 2025
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pantai dan Desa Lubuk Ramo, wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menuai sorotan tajam publik. Maraknya aktivitas ilegal ini diketahui telah berlangsung dari bulan Juni tahun 2025 semakin masif, dan terkesan tidak tersentuh penegakan hukum yang tegas.

Sudah lama menjadi sorotan dan kini seorang tokoh masyarakat setempat, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, pada Minggu (21/12/2025), dia membongkar fakta dan mengungkapkan kegelisahan mendalam kepada awak media terkait kondisi tersebut.

Ia menegaskan bahwa tidak seluruh masyarakat mendukung aktivitas PETI, namun kuatnya tekanan, rasa takut, serta dugaan keterlibatan oknum tertentu membuat warga memilih diam.

“Saya lihat berita bang Athia secara berkelanjutan selama ini, Gas ajala bang… tidak semua masyarakat di sini mendukung Aktivitas PETI,” ujarnya singkat namun tegas.

Dugaan Lemahnya Penegakan Hukum

Seorang Tokoh masyarakat tersebut menilai penegakan hukum selama ini tidak efektif dan terkesan kongkalikong. Ia mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian, khususnya Polda Riau maupun Mabes Polri, untuk turun langsung tanpa diketahui terlebih dahulu oleh jajaran Polsek setempat.

“Jangan sampai negara kalah dengan penambang ilegal atau premanisme. Kapan Polda atau Mabes Polri turun langsung ke sini?” ujarnya.

Ia bahkan mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turut melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa di wilayah hukum Kuantan Mudik, termasuk pengelolaan dan penggunaan anggaran desa, yang diduga menyimpan banyak penyimpangan.

Kerusakan Lingkungan dan Konflik Lahan

Kerusakan lingkungan akibat PETI disebut sudah sangat parah. Area kebun sawit yang sebelumnya dikelola PT Tri Bakti Sarimas (TBS) dan kemudian beralih ke PT Karya Tama Nusantara (KTBM), diketahui sebagian berada di luar Hak Guna Usaha (HGU).

Ketika fakta tersebut terungkap, lahan tersebut diklaim secara sepihak oleh kelompok tertentu, dipanen untuk kepentingan pribadi, lalu kini justru dihancurkan secara aktivitas PETI, bahkan di kawasan yang diduga masuk hutan lindung.

“Yang di luar HGU seharusnya dikembalikan ke negara atau masyarakat, bukan dinikmati segelintir orang,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mencari keuntungan, melainkan murni peduli terhadap lingkungan.

“Saya hanya peduli lingkungan, bukan cari duit. Jangan sebutkan nama saya maupun bukti foto dan video dari saya," ujarnya.

Razia Dinilai Hanya Seremonial, Menurut sumber tersebut, sejumlah razia telah dilakukan:

Oleh Polsek Kuantan Mudik,

Gabungan Polsek Kuantan Mudik dan Koramil 08 Lubuk Jambi,

Dan terakhir saat Gabungan Polda Riau, Polres Kuansing, Polsek Kuantan Mudik, dan TNI dari Koramil 08 lubuk Jambi pada 16 Desember 2025,
Namun seluruh upaya tersebut dinilai tidak berdampak signifikan, karena aktivitas PETI kembali beroperasi normal pada malam hari itu hingga sekarang PETI beroperasi siang dan malam 

“Kalau razia jangan dikasih tahu tanggalnya. Pasti bocor,” keluhnya.

Ia menilai tanpa penangkapan nyata, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan terus runtuh.

Aktivitas PETI Diduga Capai Ratusan Unit

Aktivitas PETI tidak hanya terjadi di bantaran sungai, tetapi juga di wilayah hulu. Disebutkan terdapat ratusan rakit PETI, dompeng darat, dan lanting yang beroperasi bebas, termasuk di sekitar Afdeling 7A Desa Pantai yang diduga merupakan kawasan hutan lindung seluas ±130 hektare.

Selain itu, muncul dugaan keterlibatan operator alat berat milik PT KTBM, yang disebut mengupas dan membuka lahan PETI.

Selain Hasil Investigasi Media dan laporan dari sebelumnya hingga sejumlah bukti-bukti yang diterima dan disimpan oleh Athia wartawan yang juga Direktur Media Intelijen jendral.com namun, berdasarkan laporan baru tersebut hingga Tim Media Intelijen kembali turun ke lokasi untuk 
Menindaklanjuti laporan tersebut.

Tim Media Intelijen Jenderal.com kembali melakukan investigasi lapangan pada Rabu siang hingga dini hari (24/12/2025) dan berlangsung hari ini (25/12/2025), Hasilnya, aktivitas PETI di Desa Lubuk Ramo dan Desa Pantai masih berlangsung masif siang dan malam.

Tim media mendokumentasikan temuan tersebut menggunakan video ber-GPS dan pelacakan lokasi, sebagai bukti akurat keberadaan aktivitas ilegal di lapangan.

Direktur Media Intelijen Jenderal.com, Athia, mengungkapkan bahwa aktivitas PETI di wilayah tersebut mulai marak sejak Juni 2025, awalnya diberitakan hanya sekitar 12 rakit, dan kini berkembang menjadi ratusan unit.

Athia juga menyoroti bahwa maraknya PETI terjadi di beberapa wilayah hukum yang pernah dipimpin oleh AKP Ridwan Butar-butar, SH, MH, termasuk:

Polsek Singingi,
Polsek Kuantan Hilir,
Polsek Kuantan Mudik.  Yang masih wilayah hukum Polres Kuansing.

Bahkan di wilayah Gunung Toar, aktivitas PETI telah menelan korban jiwa, namun setelah kejadian itu sering diberitakan hingga kini dikenal sebagian lokasi sekitar itu masih beroperasi menggunakan rakit dan alat berat (excavator).

Fakta-fakta ini memperkuat kegelisahan masyarakat bahwa hukum seolah tebang pilih dan tumpul ke atas tajam ke bawah. Publik kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum, bukan razia seremonial, melainkan penindakan tegas, transparan, dan berkeadilan, demi menyelamatkan lingkungan serta memulihkan kepercayaan masyarakat.

Aktivitas PETI telah lama menjadi persoalan serius di Kabupaten Kuansing. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif, PETI juga membahayakan keselamatan para pekerja dan telah berulang kali memakan korban jiwa.

Keuntungan dari aktivitas ilegal ini diduga hanya dinikmati oleh segelintir pihak, seperti pemilik rakit dan pemilik alat berat (ekskavator) yang diduga sebagai pemodal. Praktik PETI secara masif dinilai mustahil berjalan tanpa adanya pembiaran atau dugaan keterlibatan oknum tertentu

Media Intelijen Jenderal.com menegaskan akan terus menjalankan fungsi jurnalistik secara terbuka, profesional, dan berbasis fakta lapangan, serta melanjutkan investigasi di sejumlah titik lokasi PETI di Kabupaten Kuansing.

Seluruh dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pemberitaan ini belum memiliki pembuktian hukum. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh pihak untuk memberikan klarifikasi resmi.


Tim/redaksi

 




 
Berita Lainnya :
  • PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
  • Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
  • Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
  • Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
  • Tragis! Pengendara Yamaha NMAX Tewas Terlindas Truk di Jalinsum Perbaungan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
    02 Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
    03 Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
    04 Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
    05 Tragis! Pengendara Yamaha NMAX Tewas Terlindas Truk di Jalinsum Perbaungan
    06 Sebutan Nama Hamba Allah terus Berbagi Semoga Jadi Barokah dan Meringankan Beban Saudara -saudara kita 
    07 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas, Perkuat Kesiapan Operasional Satuan
    08 Dukung Pembinaan Atlet dan Cegah Balap Liar, Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Speed Grasstrack 2026 Naik Level Kejurnas
    09 Dugaan Dana Rp50 Juta Warnai Sengketa Lahan PT Arara Abadi, AJAR Siap Lapor ke Kejati dan Polda Riau
    10 Keluarga Korban Pengeroyokan Mengeluhkan Rekontruksi di Polres Pelalawan Ada yang Terlewatkan
    11 Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Curas, 4 dari 7 Pelaku dan 3 orang lagi Dalam Pencarian
    12 Pokir DPRD Kampar Dicoret, Tokoh Masyarakat Kampar Angkat Bicara, Apa Hak sekda Disini
    13 LSM-AMTI Desak APH Periksa Sekda Kampar, Turangan; Dari Dugaan Nepotisme Hingga Anggaran Publikasi Yang Dicoret
    14 Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
    15 DPRD KABUPATEN PELALAWAN RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HUT KABUPATEN PELALAWAN YANG Ke 27 TAHUN
    16 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN 10 KG BERAS KEPADA KELUARGA KURANG MAMPU, 10.000 KPM JADI SASARAN
    17 Meningkatkan Akuntabilitas Serta Mendukung Pengelolahan Kas Daerah,BPKAD Rohil Agar Akuntabel Transparan
    18 Polsek Siak Hulu Gelar Green Policing di Desa Buluh Cina dan Dukung Penuh Program Kapolri Penanaman Satu Juta Pohon
    19 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN PERMAKANAN UNTUK 30 WARGA RENTAN, TEKANKAN PENTINGNYA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL
    20 POLRES SERGAI TEGASKAN PERANG TERHADAP NARKOBA: 1,16 TON KETAMINE DIUNGKAP DI SELAT MALAKA, KAPOLRES AJAK MASYARAKAT PERKUAT BENTENG ANTI-NARKOBA
    21 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Pergantian Pejabat, (Sertijab)Teguhkan Profesionalisme
    22 Sat Reskrim Polres Kampar Berhasil Ungkap Mafia Penimbun BBM Solar Subsidi di Wilayah Tapung
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik